SEJARAH BODYGUARD DI INDONESIA
Para Centeng Betawi
Di Indonesia, konsep bodyguard juga sudah ada sejak lama. Pada masa penjajahan Belanda, di Batavia banyak bodyguard Betawi yang dikenal dengan sebutan centeng. Centeng sendiri mulanya merupakan sebutan untuk penjaga malam, baik rumah, gudang, ataupun pabrik.
Selain sebagai penjaga, centeng juga memiliki beberapa tugas lainnya, seperti menjadi pengawal majikannya. Kebanyakan majikan merupakan orang Tionghoa atau tuan tanah Betawi. Dalam perkembangannya, pemaknaan istilah centeng pun mulai bergeser seiring dengan bertambahnya tugas centeng.
Mereka tidak lagi hanya sebagai penjaga, tapi juga sebagai tukang pukul. Pada awal tahun 1900-an, para jawara Betawi banyak yang menjadi centeng. Mereka dikenal sebagai bodyguard yang loyal terhadap majikan. Mereka bahkan tidak segan-segan membunuh orang atas perintah majikan.
Mulai tahun 1950-an, istilah centeng pun perlahan berubah maknanya menjadi negatif. Centeng yang dulu adalah bodyguard, kemudian disamakan dengan preman. Sejumlah orang yang menjadi centeng pun kebanyakan orang dari dunia kriminal, seperti mantan tahanan.
Para centeng yang semula bekerja pada tuan tanah, menjadi liar. Mereka menjadi orang bebas yang dengan kekuatannya mengintimidasi orang untuk mendapatkan uang. Para pengusaha di wilayah tertentu yang bisnisnya ingin aman, harus memberikan setoran pada centeng.
Seiring berkembangnya zaman, centeng pun kemudian menghilang. Para bodyguard yang semula merupakan jawara-jawara kampung, kini berganti dengan bodyguard profesional yang terlatih. Tidak seperti di film-film Hollywood, para bodyguard bekerja dengan prosedur yang sudah ditetapkan.
Kebanyakan bodyguard pun tidak lagi bekerja pada tuannya langsung, melainkan bekerja pada perusahaan penyedia jasa bodyguard
Comments
Post a Comment